Pengolahan citra adalah salah satu cabang dari ilmu
informatika. Pengolahan citra berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi
suatu citra / gambar menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu.
Pengolahan citra merupakan bidang yang bersifat multidisiplin, yang terdiri
dari banyak aspek, antara lain fisika, elektronika, matematika, seni dan
teknologi komputer.
Pengolahan citra (image processing) memiliki hubungan yang
sangat erat dengan disiplin ilmu yang lain. jika sebuah ilmu disiplin ilmu
dinyatakan dengan bentuk proses suatu input menjadi output, maka pengolahan
citra memiliki input berupa citra serta output juga berupa citra.
Aplikasi pengolahan citra telah memberikan sumbangan yang
sangat berarti dalam berbagai aspek. Para perancang desain grafis telah
merasakan betapa nikmatnya menggunakan software
semacam Adobe Photoshop untuk mengerjakan berbagai tugas mereka. Pemakai
Microsoft Word bisa memberikan ilustrasi gambar yang dipoles dengan teknik
tertentu, misalnya memungkinkan gambar seolah-olah dibuat dengan goresan kapur.
Robot seperti AIBO dapat membaca mimik si pemiliknya dan melakukan aksi untuk
menghibur. Mesin inspeksi mampu mendeteksi produk yang cacat. Perangkat
presensi dapat mengenali sidik jari para mahasiswa yang akan mengikuti kuliah.
Pintu pun terbuka setelah retina mata si pegawai dipindai oleh pembaca retina
mata. Hal-hal tersebut menunjukkan beberapa contoh yang melibatkan pengolahan
citra.
Makalah ini mengupas sejumlah fondasi dalam pengolahan citra
hingga ke aplikasinya, mengombinasikan teori dan praktik, dan juga membahas
berbagai cara penggolahan citra dan sekaligus mewujudkannya ke dalam bentuk
program.
Contoh program diwujudkan dengan menggunakan Octave. Octave adalah Free Software yang
kompatibel dengan MATLAB.
YUUKKK......
LANGSUNG SAJA KITA PRAKTIKKAN ..!!!!
- Meningkatkan Kecerahan
Operasi dasar yang sering dilakukan pada citra adalah peningkatan kecerahan (brightness), operasi ini diperlukan dengan tujuan untuk membuat gambar menjadi lebih terang.
Secara matematis,peningkatan kecerahan dilakukan dengan cara menambahkan suatu konstanta terhadap nilai seluruh piksel. Misalkan,f(y, x) menyatakan nilai piksel pada citra berskala keabuan pada koordinat (y, x). Maka,citra baru (,)= (,) + (3.2) telah meningkat nilai kecerahan semua pikselnya sebesar terhadap citra asli f(y,x).Apabila β berupa bilangan negatif,kecerahan akan menurun atau menjadi lebih gelap. Berikut contoh meningkatkan kecerahan citra dengan memberikan perintah seperti dibawah ini
Gambar 1 (Sebelum dicerahkan Gambar)

Gambar 2 (Setelah citra dicerahkan)
2. Merengangkan Citra
Kontras dalam suatu citra menyatakan distribusi warna terang dan warna gelap. Suatu citra berskala keabuan dikatakan memiliki kontras rendah apabila distribusi warna cenderung pada jangkauan aras keabuan yang sempit. Sebaliknya, citra mempunyai kontras tinggi apabila jangkauan aras keabuan lebih terdistribusi secara melebar. Kontras dapat diukur berdasarkan perbedaan antara nilai intensitas tertinggi dan nilai intensitas terendah yang menyusun piksel - piksel dalam citra.
Perlu diketahui, citra dengan kontras rendah acapkali terjadi karena kondisi pencahayaan yang jelek ataupun tidak seragam. Hal itu dapat diakibatkan oleh sensor - sensor penangkap citra yang tidak linear.
Agar distribusi intensitas piksel berubah perlu dilakukan peregangan kontras. Hal ini dilaksanakan dengan menggunakan rumus : (, ) = (, ) (3.3). Berdasarkan rumus di atas, kontras akan naik kalau α > 1 dan kontras akan turun kalau α < 1. Sekarang akan dicoba untuk meregangkan kontras dengan cara seperti berikut:
Gambar 1 (Sebelum dicerahkan Gambar)
Gambar 2 (Setelah meregangkan kontras)
3. Menampilkan Dua Citra Dalam Satu Jendela
Octave menyediakan fasilitas yang memungkinkan dua buah citra diletakkan dalam satu jendela dengan memberikan perintah ‘subplot’ seperti berikut :
Hasilnya dapat dilihat seperti dibawah ini :
Gambar 1. Menampilkan dua citra di dalam satu jendela
Fungsi ‘figure’ perlu dipanggil terlebih dulu sebelum memanggil ‘imshow’ untuk menampilkan dua citra di dua jendela masing – masing, Perintah ‘close all’ digunakan untuk menutup semua jendela.
Adapun pada ‘subplot’, argumen pertama menyatakan jumlah baris citra dan argumen kedua menyatakan jumlah kolom citra dalam jendela. Argumen ketiga menyatakan indeks citra dalam jendela yang bernilai antara 1 sampai dengan jumlah baris x jumlah kolom.
4. Menggunakan Histogram Citra
Pengertian histogram dalam pengolahan citra adalah
.representasi grafis untuk distribusi warna dari citra digital atau
menggambarkan penyebaran nilai-nilai intensitas pixel dari suatu citra atau
bagian tertentu di dalam citra. Dari sebuah histogram dapat diketahui frekuensi
kemunculan relatif dari intensitas pada citra, kecerahan, dan kontas dari
sebuah gambar.
Histogram citra dipresentasikan
dengan dua bentuk:
1.
pertama tabel yang memuat kolom-kolom nilai piksel jumlah
absolut setiap nilai piksel, jumlah komulatif piksel, presentase absolut setiap
nilai, dan presentase komulatifnya.
2.
kedua, gambaran grafis yang menunjukkan nilai piksel pada
sumbu x dan frekuensi kemunculan pada sumbu y.
Melalui gambaran grafis histogram ini, secara umum dapat
diketahui sifat-sifat citra yang diwakilinya. Misalnya citra yang direkam
dengan spectrum gelombang relatif pendek akan menghasilkan “ bukit tunggal “
histogram yang sempit (unimodal) wilayah yang memuat tubuh air agak luas akan
menghasilkan kenampakan histogram dengan dua puncak.
Menampilkan histogram dengan memberikan perintah sebagai
berikut :
Hasilnya dapat dilihat seperti
dibawah ini :
Gambar.a : Citra Asli & Keabuan .jpg Gambar.b : Histogranya
Perlu diketahui, (0:255) untuk membentuk nilai dari 0,1,2,
dan seterusnya sampai dengan 255. Dengan kata lain, (0:255) membentuk larik1 x
256. Tanda ‘ di belakang (0:255) menyatakan operasi transpos, sehingga hasilnya
berupa larik berukuran 256x1. Perintah bar
digunakan untuk membuat diagram batang.
Terlihat pada Gambar.b : .Perhatikan keberadaan satu garis
yang cukup panjang di posisi intensitas 250, yang berasal dari bagian citra
yang berwarna hitam. Adapun puncak histogram di posisi intensitas sekitar 90
menyatakan warna dominan abu-abu.Garis panjang di sisi kanan menyatakan warna
putih.
5. Citra Negatif
Negatif Image adalah suatu citra sepeti halnya
meniru film negatif pada fotografi dengan cara mengurangi nilai
intensitas pixel dari nilai keabuan maksimum. Misal citra dengan 256
derajat keabuan (8 bit), maka citra negatif diperoleh dengan persaman sebagai
berikut:
X = (R + G + B) / bilangan pembagi
Y = 255 – X
Berikut contoh Citra Negatif dengan memberikan
perintah seperti dibawah ini :
Dari Blog ini dapat kita simpulkan bahwa Pengolahan citra
adalah salah satu cabang dari ilmu informatika. Pengolahan citra, pada
usaha untuk melakukan transformasi suatu citra / gambar menjadi citra lain
dengan menggunakan teknik tertentu.
Pengolahan citra merupakan bidang yang bersifat
multidisiplin, yang terdiri dari banyak aspek, antara lain fisika, elektronika,
matematika, seni dan teknologi komputer.
Aplikasi pengolahan citra telah memberikan sumbangan yang
sangat berarti dalam berbagai aspek. Para perancang desain grafis telah
merasakan betapa nikmatnya menggunakan software
semacam Adobe Photoshop untuk mengerjakan berbagai tugas mereka.
Pemakai Microsoft Word bisa memberikan ilustrasi gambar yang
dipoles dengan teknik tertentu, misalnya memungkinkan gambar seolah-olah dibuat
dengan goresan kapur. Robot seperti AIBO dapat membaca mimik si pemiliknya dan
melakukan aksi untuk menghibur. Mesin inspeksi mampu mendeteksi produk yang
cacat. Perangkat presensi dapat mengenali sidik jari para mahasiswa yang akan
mengikuti kuliah. Pintu pun terbuka setelah retina mata si pegawai dipindai oleh
pembaca retina mata. Hal-hal tersebut menunjukkan beberapa contoh yang
melibatkan pengolahan citra.