DATA MINING
MENGGUNAKAN WEKA
Weka adalah aplikasi data mining open source
berbasis Java. Aplikasi ini dikembangkan pertama kali oleh Universitas Waikato di Selandia Baru sebelum menjadi bagian dari
Pentaho. Weka terdiri dari koleksi algoritma machine learning yang dapat
digunakan untuk melakukan generalisasi / formulasi dari sekumpulan data
sampling. Walaupun kekuatan Weka terletak pada algoritma yang makin lengkap dan
canggih, kesuksesan data mining tetap terletak pada faktor pengetahuan manusia
implementornya. Tugas pengumpulan data yang berkualitas tinggi dan pengetahuan
pemodelan dan penggunaan algoritma yang tepat diperlukan untuk menjamin
keakuratan formulasi yang diharapkan
Empat
tombol diatas dapat digunakan untuk menjalanankan Aplikasi :
- Explorer digunakan untuk menggali lebih jauh data dengan aplikasi WEKA
- Experimenter digunakan untuk melakukan percobaan dengan pengujian statistic skema belajar
- Knowledge Flow digunakan untuk pengetahuan pendukung
- Simple CLI antar muka dengan menggunakan tampilan command-line yang memungkinkan langsung mengeksekusi perintah weka untuk Sistem Operasi yang tidak menyediakan secara langsung
Pada
bagian atas window, tepatnya pada bawah judul bar. Terdapat deretan data,
seperti Prepocess,Classify,Cluster,Associate,Select Attributes Visualize. Namun
yang aktif hanya Prepocess ini dikarenakan sebelum menggunakan algoritma diatas
pastikan sudah melakukan set file yang akan dieksekusi. Kesimpulan, "Weka
itu salah satu software untuk pengerjaan data mining".
Apa itu data mining ?
Data
mining merupakan proses semi otomatik yang menggunakan teknik statistik,
matematika, kecerdasan buatan, dan machine learning untuk mengekstraksi dan
mengidentifikasi informasi pengetahuan potensial dan berguna yang bermanfaat
yang tersimpan di dalam database besar. (Turban et al, 2005 )
Data
mining merupakan analisis dari peninjauan kumpulan data untuk menemukan
hubungan yang tidak diduga dan meringkas data dengan cara yang berbeda dengan
sebelumnya, yang dapat dipahami dan bermanfaat bagi pemilik data.” (Larose,
2006)
Dan
di bawah ini saya menggunakan 2 jenis metode agar bisa dibandingkan nantinya.
Decision Table dan IBk
- Buka dataset dari UCI Machine Learning Repository
2. Pilih
dataset yang ingin di-tambang. Disini kita coba mengerjakan dataset wine.
(Dalam memilih, perhatikan keterangan detail dari dataset yang
dipilih.)
3. Pilih
Data Folder, lalu dilanjutkan dengan wine.data
4. Karena
data tersebut tidak bisa dibaca oleh Weka, maka data tersebut diubah
dulu ke .csv dengan menyalinnya ke notepad dan disave dengan nama wine.csv.
Tahap
Selanjutnya, Penggunaan Weka dimulai pada tahap ini. Tahap ini jugalah yang
akan menggunakan 2 metode berbeda dalam penyelesaiannya.
- Buka aplikasi Weka, pilih "explorer"
- Pilih "Open File"
- Pilih data yang sudah kita persiapkan sebelumnya. Di saya namanya wine.csv
Klasifikasi
yang digunakan disini ada 2 dari beberapa jenis klasifikasi,yaitu :
1. Rule Based Classifier
Mengklasifikasikan
record menggunakan aturan "if...then...". Salah satu contoh
metode yang menggunakan klasifikasi ini adalah Algoritma Decision Table.
- Pilih tab classify
- Pada tab choose, pilih "Decision Table". Hasilnya adalah seperti ini
k-NN adalah jenis algoritma yang paling "Malas". Algoritma k-NN adalah algoritma bahasa mesin yang paling sederhana.
- pilih tab classify
- Pada tab choose, pilih "IBk". Hasilnya adalah seperti berikut
Ada baiknya jika dilakukan lagi pengujian dengan memakai metode yang lain agar mencapai keakuratan yang maksimal. Dan Akhir, Setelah melakukan banyak tahapan dari awal menggunakan 2 metode yaitu Decision Table dan IBk, dapat disimpulkan bahwa IBk memiliki tingkat keakuratan lebih tinggi daripada Decision Table untuk dataset wine.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar